TRAVELERS

Cerita Rumah Tua di Bulili yang Bikin Bulu Kuduk Merinding (Part 1)

TRAVELERS – Sebagian masyarakat percaya akan adanya mahluk astral. Ya, banyak orang bilang bahwa rumah berhantu dihuni oleh penunggu tak kasat mata karena sejumlah faktor. Selain karena sudah tidak berpenghuni, mungkin saja ada faktor lain yang menyebabkan sebuah rumah dikatakan berhantu.

Seperti halnya sebuah rumah tua di Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa ini. Dari cerita warga sekitar, rumah tua yang dibangun pada tahun 1980an, dan ditinggal kosong oleh pemiliknya pada tahun 1993 tersebut, kerap terjadi hal-hal aneh berbau mistis. Mulai dari sering terdengarnya suara tangisan anak bayi, wanita menangis, hingga suara orang bercerita meski rumah tersebut sudah tak berpenghuni dan sebahagian besar bangunannya hampir tertutup oleh tumbuhan liar.

Suasana mistis semakin terasa sebab, tak jauh dari rumah tersebut, terdapat pekuburan. Berdasarkan cerita dari sejumlah warga sekitar, sejak ditinggalkan kosong, setiap orang yang menempati rumah tersebut, pasti takkan bertahan lama. “Pernah waktu itu, ada sepasang suami istri. Mereka punya anak bayi yang sedang ditidurkan di bue-bue (Ayunan) oleh ibunya. Anak itu ditinggal sejenak oleh sang ibu yang sedang memasak di dapur. Saat kembali, ibu itu melihat ayunan bergerak naik turun seperti ada yang mengayunkannya, namun tidak tampak seorang pun berada dirumah selain dia dan si anak,” ungkap salah satu warga setempat, Opa Nipo.

Lain halnya dengan pengakuan salah satu warga, Hasani. Hasani yang merupakan seorang nelayan, mengaku acap kali mengalami hal mistis yang membuat bulu kuduk merinding. “Kadang saya turun melaut sekitar jam 10 atau 11 malam. Jalan satu-satunya yang saya lewati hanya lewat samping rumah itu. Kadang saya dengar orang bercerita dari dalam rumah, kadang ada suara anak kecil menangis, kadang juga suara wanita sedang tertawa. Pertama saya takut, tapi lama-lama saya sudah terbiasa,” jelas Hasani mengisahkan.

“Pernah waktu itu, saya dan teman saya pulang dari melaut sekitar jam 1 pagi. Waktu itu bulan sedang terang-terangnya, meski samar-samar, kami berdua melihat ada anak kecil yang sedang merangkak tepat di depan pintu masuk bagian depan rumah itu. Namun kami tidak berani mendekat. Karena tepat di depannya, adalah jalan yang akan kami lewati. Terpaksa kami berputar arah. Dan itu membuat teman saya sampai gemetar dan berkeringat dingin,” kata Hasani.

Selanjutnya . . .

Cerita tukang syomai yang di panggil makhluk astral penunggu rumah tua Bulili (next)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
22
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close