NASIONALPENDIDIKAN

Di Pohuwato, Siswa Pukul Guru Sambil Disaksikan Orang Tua

GORONTALO, wartarnews.id – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah seorang siswa yang diduga memukul gurunya saat kegiatan belajar sedang berlangsung. Adalah AM (13), siswa kelas VII di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pohuwato, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Mirisnya, peristiwa pemukulan terhadap Yunaningsih Pakaya (Guru di MTs) tersebut, disaksikan langsung oleh orang tua AM, tanpa sedikitpun melerai.

Berdasarkan informasi dari pihak Kepolisian dalam hal ini Kapolsek Lemito, AKP Meidi Wuisan, kejadian ini terjadi pada Kamis (176/10/2019) pekan lalu.

Baca juga : Ditegur Merokok, Siswa SMK di Manado Tikam Gurunya Hingga Tewas

“Kejadian ini terjadi minggu kemarin dan baru dilaporkan hari ini. Saat ini, kami masih sementara melakukan BAP terhadap korban dan menyelidiki lebih lanjut kejadian ini,” ungkap Meidi.

“Berdasarkan informasi awal yang kami terima, korban yang saat itu sedang memberikan mata pelajaran agama, menegur siswa tersebut agar tidak main-main dalam membaca Al-Qur’an. Karena mungkin si siswa ini tidak terima, dia kembali ke rumah kemudian datang lagi ke sekolah bersama orang tuanya. Saat itulah tindak kekerasan terhadap guru ini terjadi dan disaksikan oleh orang tua terlapor,” jelasnya.

Peristiwa pemukulan yang terjadi dibenarkan oleh salah satu guru di MTs, Ali. Menurutna, saat kejadian terjadi, dirinya menyaksikan langsung peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh AM.

“Dengan mata kepala saya menyaksikan sendiri pemukulan yang dilakukan AM. Bahkan orang tuanya membiarkan anakanya memukul sang guru,” beber Ali.

Baca juga : Salah Kerjakan Tugas, Guru di SDN 06 Randangan Paksa Muridnya Isap Tinta

Tidak sampai di situ, menurut Ali, usai memukul sang guru, AM dan orang tuanya pergi lalu kemudian melempar sebuah kaca sekolah hingga pecah.

Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Lemito, Hardi Kundji, menyayangkan peristiwa yang terjadi. Dimana menurutnya, lemahnya perlindungan terhadap guru harus disikapi secara serius oleh pemerintah.

“Sebagai guru, hal ini sangat menyayat hati. Kecewa tentu saja. Apalagi kekerasan tersebut dilakukan oleh siswa dan disaksikan langsung oleh orang tua. Seolah-olah menyuruh anaknya untuk memukul guru,” tutup Hardi Kundji. (WN/Fel)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
HASTAG

4 Komentar

  1. Astagfirullah….
    Kasiank sekali ya….hukum anak dengan orang tuanya..kurung ditahanan 1 sel. Biar kapok..jangan kasih ampun.

    Salam guru 👍👍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close