NASIONAL

Kepergok Curi Uang, Warga Tanjung Morawa Kompak Kejar Tuyul

SUMATRA UTARA, wartanews.id – Tuyul (bahasa Jawa: thuyul) dalam mitologi hanya pulau jawa, dan sekitarnya,terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud orang kerdil dengan kepala gundul dari jenis jin Ifrit. Penggambaran lainnya yang tidak disepakati semua orang adalah kulit berwarna keperakan, bersifat sosial (dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin), serta bersuara seperti anak ayam. Tuyul dapat dipekerjakan oleh seorang majikan manusia untuk alasan tertentu, terutama mencuri (uang). Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu di sejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya.

Kejadian tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir. Karena berasal dari bayi, karakter tuyul juga seperti anak-anak: gemar bermain (seperti laporan orang melihat sejumlah tuyul bermain pada tengah malam, dsb.). Tetapi di dalam kepercayaan agama samawi (Islam, Kristen, Yahudi) Tuyul adalah makhluk halus dari golongan Jin. Di dalam Islam Tuyul di kategorikan golongan jin dari jenis Ifrit.

Seperti halnya yang dialami oleh warga Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Fauzan alias Boncel. Ia mengaku kesal dan geram atas apa yang dialaminya. Seperti dikutip dari radar indo, uang di rumah yang disimpan Boncel sering hilang dan tak jelas siapa pelakunya. “Kupikir istri atau anaku yang curi uangku di dompet bang. Padahal kusimpan uangku di dompet terus kumasukan dalam laci dan ku kunci. Hampir gaduh aku sama istri dan anaku, tapi gak ada yang ngaku,” ujar Boncel saat ditemui disalah satu warung kopi di Tanjung Morawa, Rabu (01/01/2020) sore.

Lebih lanjut dikatakan Boncel, warga sempat berkumpul ikut mengejar makhluk halus bernama tuyul. “Tadi aku kan dirumah sendiri, kebetulan istri dan anak-anaku pergi arisan ke Kisaran. Pas jam 2 siang, kutengok di kamarku kok ada dua anak kecil botak terus buka lemari. Kuambil kelewang kukejar kejar sampai masuk gang itu,” ujarnya memulai cerita.

“Ada tuyul, ada tuyul, tuyul, kejar terus, kejar terus. Awalnya warga pun bingung tapi karena suaraku kuat, akhirnya warga rame rame ikut ngejar,” katanya lagi.

Kami ngejar sampai depan kantor camat. Hampir kami kepung kantor camat gara gara tuyul. “Kencang kali ah larinya tuyul itu,” ujar Boncel menceritakan dengan nada serius.

Sementara itu, salah seorang tetangga Boncel, sempat ikut lari mengejar tuyul. “Aku pun tak melihat tuyul itu. Cuma karena Boncel bilang ada tuyul kami pun ikut juga ngejar sama warga. Kami sempat kejar kejaran sama tuyul. Katanya masuk ke kantor camat,” kata pria yang mengaku bernama Dodik.

Menurut Dodik, warga Tanjung Morawa sudah sering mengeluh karena uang warga sering hilang. Entah siapa yang mencuri. “Begitu Boncel bilang ada tuyul, kejar kejar, kami pun terpaksalah ikut ngejar. Tahu lah kalian mulut si Boncel, kalau kita gak ikut ngejar marepet lah mulut si Boncel. Entah kemana pun larinya tuyul itu aku pun tak tahu,” ujarnya dengan nada berseloroh.

Sementara itu, Boncel yang mengaku melihat tuyul itu masih mondar mandir mencari tempat persembunyiannya. Salah seorang petugas di Kantor Camat Tanjung Morawa ketika ditanya soal tuyul ia menjawab. “Tak ada tuyul masuk ke kantor camat ini. Jangan kalian ngarang-ngarang. Si Boncel itu, kalau pun ada tuyul masuk, macam mana nengoknya bang,” kata pria berkaca mata sembari menunjukan temanya yang berkepala botak dengan kumis tebal. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close