DAERAH

Meteran Warga Diputus dan Terancam Didenda 17 Juta oleh PLN, Ini Reaksi DPRD Pohuwato

POHUWATO, wartanews.id – Terkait pemutusan sepihak yang dilakukan oleh PLN Rayon Marisa terhadap warga Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, Ois Lasampe, pihak DPRD Pohuwato bereaksi.

Hal itu terungkap manakala pihak DPRD melakukan hearing terhadap pihak PLN Marisa pada Selasa (10/3/2020).

Dipimpin oleh Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, beserta sejumlah anggota DPRD lainnya, agenda ini turut menghadirkan pihak warga dalam hal ini Ois Lasampe.

“Saya heran, secara tiba-tiba pihak PLN memutuskan sepihak meteran listrik di rumah saya. Mereka minta denda 17 juta rupiah,” keluh Ois saat dimintai keterangannya ikhwal pemutusan listrik yang dialaminya.

“Sebelumnya saya sudah melaporkan hal ini ke PLN pada tahun 2018 silam, saya bingung kenapa denda saya sudah sebanyak itu,” sambungnya lagi.

Sementara itu, pihak PLN Marisa, yang diwakili oleh bagian transaksi energi, Lutfi Wiraputra menyampaikan bahwa, apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur.

“Yang kami lakukan sudah sesuai prosedur. Dimana ketika ditemukan indikasi yang tidak sesuai dengan aturan PLN seperti modifikasi meteran dan lainnya, maka yang dilakukan adalah mengamankan barang bukti yakni meteran,” kata Lutfi.

Usai agenda tersebut, Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi meminta kepada pihak PLN, agar segera menyelesaikan persoalan yang ada.

“Rapat ini belum final, kami akan mengundang lagi pihak PLN pada Senin pekan depan. Kami minta agar pihak PLN dapat menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Jangan sampai masyarakat jadi korban akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegas Nasir. (Adv/Lan)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close