WARTA DESA

Pembahasan RAPBDes 2020 di Marut Alot

POHUWATO, wartanews.id – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Marisa Utara, sempat bersitegang dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (RAPBDes) tahun 2020,Jum’at (31/01/2020).

Hal ini dikarenakan perbedaan pendapat didalam penyusaian penganggaran yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat.

Menurut Kepala Desa Marisa Utara, Iwan Kadir, hal tersebut bisa saja terjadi dikarenakan BPD sebagai mitra pemerintah desa, agar bisa membantu penyelesaian setiap masalah di desa.

“Intinya apa yang kita lakukan dan yang kita bahas semuanya demi kepentingan masyarakat Desa Marisa Utara dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, ” jelas Iwan.

Sementara itu, ketua BPD Marisa Utara, Indra Laraga mengatakan, bahwa keuangan desa harus dikelola berdasarkan asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.

“Sehingganya perbedaan pendapat dalam forum itu perlu untuk melahirkan hal-hal yang positif serta lebih bermanfaat,”kata Indra

Tambahnya lagi, demi terciptanya suatu sinergitas positif antara BPD dan pemerintahan desa guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi desa yang lebih dinamis maka perbedaan dalam pembahasan itu perlu.

“ini juga untuk melahirkan program-program untuk kesejahteraan, peningkatan derajat, kesehatan dan kecerdasan serta meningkatkan produktifitas di desa,”tambahnya

Pembahasan dari perbedaan pendapat itupun berakhir dengan keputusan yang baik kemudian dilanjutkan dengan makan bersama antara Ketua BPD dan Pemerintah Desa Marisa Utara. (WN/Yo)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close