WARTA DESA

Pemdes Lemito Utara Diduga Lakukan Pungli Tunjangan BPD

POHUWATO, wartanews.id – Dugaan pungutan liar kembali terjadi, kali ini diduga dilakukan oleh Pemerintah Desa Lemito Utara, Kecamatan Lemito, terhadap tunjangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Tunjangan BPD setiap bulannya yang hanya sebesar 1,5 juta rupiah, diduga dipotong oleh bendahara desa sebesar 75 ribu rupiah. “Kami tidak paham dengan pemotongan ini. Gaji kami tidak seberapa. Kenapa ada pemotongan,” jelas Ketua BPD Lemito Utara, Arfan Soga.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) BPD, Imran Uno, sangat menyayangkan kejadian yang dialami oleh anggotanya. “harusnya ada sosialisasi yang mendahului. Kami tiak keberatan jika itu wajib. Harus dipertanggungjawabkan,” tegas Imran.

Sementara itu, Bendahara Desa Lemito Utara, menyampaikan bahwa, apa yang dilakukan sudah berdasarkan aturan.
“Ini sementara kami lakukan penagihan. Pemotongan pajak itu ditotalkan 1 tahun jumlahnya berapa, dikurangi 4,5 juta. Di sisanya itu kena pajak. Kalau ada NPWP 5%, kalau tidak ada 6%. Ini di desa kami, kami tidak tau di desa lain. Intinya hal ini kami pertanggungjawabkan,” ujar Nangsih Datau.

Ditempat berbeda, Baqran Kolosoy, selaku Fasilitator Kabupaten, sekaligus tim tekhnis menyampaikan bahwa regulasi yang berkaitan hal tersebut harus dipahami terlebih dahulu. “Memang kemarin itu ada info beredar kaitan zakat dan infak yang dikelola oleh pemda yakni Baznas. Semua pejabat di daerah kena termasuk di desa. Menurut kami, harusnya BPD itu tidak kena potongan karena yang mereka terima bukan honorarium atau siltap, namun tunjangan,” jelas Baqran.

“Honorarium pun ada batasan angka batas maksimal. Yang kena pajak pemotongan itu kalau perhari 50 ribu rupiah, perbulan diatas 4,5 juta rupiah. BPD kan nilainya dibawah 4,5 juta. Kenapa harus ada pemotongan. Harus disikapi secara serius,” tukas Baqran. (WN/Lan)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close