DAERAHKRIMINAL

Soal Panah Wayer di Lemito, Ini Penyampaian Dandim 1313 Pohuwato

POHUWATO, wartanews.id – Terkait  penangkapan 2 tersangka pelaku panah wayer yang terjadi di Kecamatan Lemito baru-baru ini, Dandim 1313 Pohuwato, Letkol Arm Iron Prasetyo, S.Sos. M.Tr (Han), MI. Pol, mengaku sangat menyayangkan hal tersebut.

Hal tersebut disampaikan Dandim usai menghadiri Rapat Paripurna di gedung DPRD Pohuwato, Selasa (11/2/2020). “Selaku aparat TNI, melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa), kami senantiasa melakukan penyuluhan kepada masyarakat, agar tetap menjaga keamanan dan tidak ikut-ikutan melakukan aksi semacam itu. Dengan kejadian ini, tentu kami sangat menyayangkan peristiwa ini karena terjadi di wilayah kami,” kata Iron.

“Melalui kesempatan ini, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Pohuwato khususnya pemuda, mari bersama-sama mencegah hal seperti itu agar tidak menyebabkan tejadinya gangguan kamtibmas,” tambah Dandim Iron.

Sebelumnya, peristiwa panah wayer yang terjadi di Pohuwato, tepatnya di Desa Lemito, Kecamatan Lemito, pada Selasa (11/2/2020), sekitar pukul 01.00 wita dini hari menyebabkan satu orang warga menjadi korban salah sasaran.

Peristiwa tersebut bermula dari sekelompok pemuda yang saling cekcok di sebuah pesta pernikahan di Desa Lemito, yang kemudian berujung aksi kejar-kejaran menggunakan panah wayer. Akibatnya, seorang warga Desa Lemito Utara, IL (16), menjadi korban dan menderita luka di kepala bagian belakang.

Menerima laporan warga, Aparat TNI kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, dan langsung meringkus kedua terduga pelaku yakni, YS (35), dan IT (19). Keduanya merupakan warga Desa Lemito, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato. (WN/Yo)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close